Utroq Trieha On Wednesday, 11 April 2018



From @klipingsastra | Turut berduka atas berpulangnya Danarto, malam ini, 10 April 2018 sekira pukul 21:00WIB di Jakarta. Kami merasa beruntung karena pernah bekerja bersama tim #JARINGPROject dalam menggarap ulang karyamu, kami alih mediakan ke dalam bentuk teater tunggal (monolog) berjudul #MenjaringMalaikat.
.
Kami memiliki keyakinan, jika kau akan tetap berkesenian dan ‘nyastra. Sebagaimana kami juga yakin tentang ujaranmu tentang “Mereka toh Tak Mungkin Menjaring Malaikat”, apalagi di “Semak Belukar”.
.
“Pohon Rambutan”, “Gandasturi” yang tumbuh di pinggiran “Telaga Angsa” yang dekat dengan “Pantura” dan tak jauh dari “Bengawan Solo” itu semoga tetap abadi. Seperti “Godlob” dan “Adam Maktlrifat” yang akan selalu dikenang sebagai “Jantung Hati” di dekat “Dinding Ayah”.
.
Dan meski “Matahari Mabuk” ataupun “Bedoyo Robot Membelot” Kau tetap berdiri kokoh di depan “Balairung”, jauh dari “Kabut Neraka” dan terhindar dari “Macan Lapar”.
.
Di alam kelanggengan sana, kami juga percaya jika kau akan tetap bergerak “Nistagmus”, sehingga tiada lagi kata “Those Lazy-Hazy-Crazy Days of Summer”.
.
Sugeng Tindak,
Selamat jalan,
Sang Maestro Seni Rupa dan Begawan Sastra, Danarto.
“ApoCalypso” in the nature of eternity.
.
#RIPDanarto #Danarto #literasi #sastra #senirupa — view on Instagram http://bit.ly/2qkvofS