Utroq Trieha On Saturday, 6 January 2018



Mendengar kata bunga, ingatan saya tertaut berita-berita di media massa dengan kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan. “Bunga” yang mengalami perkosaan harus menikah dengan pemerkosanya untuk menghilangkan rasa malu keluarga besar, tanpa keluarga menanyakan terlebih dahulu, mau tidaknya “Bunga” menikah dengan orang yang telah melukainya? (tanpa tekanan). “Bunga” yang mengalami KDRT (kekerasan dalam ruamah tangga) tidak bisa berpisah dengan pelaku karena merasa tergantung, merasa takut mempermalukan keluarga, merasa takut diolok masyarakat, di tengah itu, “Bunga” tetap mengalami KDRT dan masyarakat maupun keluarganya mungkin tidak tahu atau kalaupun tahu hanya memintanya untuk sabar. “Bunga” yang lain tidak bisa menentukan jodohnya sendiri karena jodohnya bukan dari kalangan yang dianggap setara dengannya. Dan akhirnya, “Nis” si “Sekar”, si “Bunga” murka, dia hanya ingin memperjuangkan kemerdekaan menentukan pilihan untuk dirinya, kemerdekaan “Sekar”, kemerdekaan “Bunga”.
.
***
Begitulah sebagian persepsi Mbak Nia Agustina –yang dipublikasikan di laman gelaran[.]ID pasca menyaksikan SEKARMURKA. Perihal berjodoh, terima kasih kami haturkan kepada BUMI PURNATI karena kita bisa berjodoh. Apresiasi atas support yang telah diberikan kepada kami, sehingga kemerdekakan bisa kami peroleh dalam pempresentasikan karya teater ini.
Salam…
.
#JARINGPROject #teaterjogja #teateryogya #teateryogyakarta #art #senipertunjukan #stage #senipanggung #teater #theatre #theater #sekarmurka #menjaringmalaikat #performingart #performance #jogja #yogyakarta #seni #sastra #instajogja #jaringacara #acaraseni #infoseni #pentasseni #agendaseni #jadwalseni #budaya #performingart #performance #tahunbaru #tahunbaru2018 — view on Instagram http://bit.ly/2m62XRs



http://bit.ly/2CZFicx