Utroq Trieha On Sunday, 31 December 2017



#SEKARMURKA, pertunjukan dengan cerita yang sudah jarang tergarap oleh kelompok teater kini, tentang cerita percintaan. Kendati demikian, Jaring Project tidak memberikan narasi romantis a la Hollywood, melaikan irisan-irisan cerita cinta yang pahit. Yang kiranya berasal dari akumulasi persoalan masyarakat.

Bertolak dari itu semua, pertunjukan ini kiranya telah memberikan satu kesadaran di mana #perempuan mempunyai suara. Perempuan tidak seperti yang kerap digambarkan tidak berdaya, yang kerap dimunculkan hanya sebagai pelengkap cerita, atau menjadi objek penderita. Di sini perempuan menjadi subjek dari pemegang keputusan di antara sosok-sosok maskulin dengan versinya masing-masing, yakni Man sang preman dan Hin sang ustaz. Dalam hal ini kiranya pertunjukan Sekar Murka memberikan cara pandang yang setara atas gender guna menyingkap simpul-simpul problematika yang berlapis di tengah masyarakat kini. Di mana semua mempunyai suara, maka semua harus setara.[] ***
Dua paragraf akhir ulasan tentang pementaan Teater Sekar Murka, 16 Desember 2017 lalu. Selengkapnya bisa di simak di situs teraseni[dot]com => http://bit.ly/2lsME0H

Apresiasi kepada penulis @michaelhbraditya dan @terasenicom

#TeaterJogja #JARINGPROject #teateryogya #teateryogyakarta #art #senipertunjukan #stage #senipanggung #seni #sastra #Teater #theatre #theater #sekarmurka #menjaringmalaikat #performingart #performance #jogja #yogyakarta #seni #sastra #instajogja #teater #theatre #jaringacara #acaraseni #performingart #performance — view on Instagram http://bit.ly/2lvvE9q



http://bit.ly/2zSwthJ