Desi Puspitasari On Wednesday, 29 June 2016

Pertemuan ke-3 tim Jaringpro Ject dilakukan dengan suasana syahdu dan sedikit relijius karena bertepatan dengan sehari sebelum puasa. Hehe. Enggak syahdu-syahdu amat dink, tapi penuh semangat kekompakan. 

Jadi, pertemuan tim komplet - masih minus sutradara karena Ibed masih di Malaysia dan Utroq Trieha - di Taman Kuliner pada 5 Juni 2016. Jelang senja itu telah hadir Desi, Jamal, Ari Wulu, Jundan, Adib, Andy, dan Roby.

Obrolan masih berupa lontaran ide-ide ringan. Seperti misalnya; atas usul sutradara tema korupsi ini tidak mengambil perihal yang besar namun perihal kecil yang ada di hidup sehari-hari kita; korupsi waktu, mengambil uang SPP untuk pacaran, dll. 

Ide mengenai tipe malaikat subversif sempat tercetus ringan seperti kata Ari Wulu tentang sosok malaikat yang tak seperti biasanya. Mungkin enggak sih sesosok malaikat terlihat baru keluar dari Bosche? Semacam itu.

Untuk suara ada rencana menggunakan sensor suara. Jadi, penanda kehadiran malaikat tak perlu ditunjukkan sosok fisiknya kecuali hanya melalui suara yang mewujudkan seolah-olah kehadiran malaikat adalah magis.

Rembukan mengenai kota mana saja yang akan kami sambangi untuk pentas pun berlontaran; seperti misalnya setelah Solo adalah Jakarta dengan opsi-opsi tempat pertunjukkan dan bujet harganya. Setelah Jakarta lanjut ke Lampung sepertinya well. Baru kemudian pentas terakhir di Yogya.

Andy mencatat kemungkinan-kemungkinan tempat pentas tersebut. Sementara untuk pertemuan selanjutnya Desi sudah harus menggarap versi adaptasi naskah monolog MENJARING MALAIKAT yang berangkat dari cerpen "Mereka Toh Tak Mungkin Menjaring Malaikat" karya Danarto.

Jadikan ini sebagai naskah dan pertunjukan monolog yang menyenangkan dan bermain-main. Karena sekilas membaca cerpen Danarto ini, malaikat Jibril digambarkan sedikit usil dan bermain-main. Eh, atau sebenarnya Danarto selaku penulisnya yang punya sifat usil dan senang bercanda juga bermain-main? 

Sejauh mana naskah adaptasi yang akan ditulis ini akan diterima dan atau didedel-doel tim? Neeext, kita akan baca di blog post berikutnya! 😚